Book13

Buku ini membahas tentang gagasan demokrasi untuk advokasi politik bagi masyarakat adat (MADAT). Buku ini merupakan suatu pengantar kepada seri yang dimaksud, berisi tentang latar-belakang, permasalahan, kerangka pemikiran, tujuan dan manfaat.
Specific

Gagasan Sistem Pemerintahan Masyarakat Adat di Era Globalisasi

Gagasan Demokrasi Kesukuan sebagai Wacana Demokrasi untuk Advokasi Politik bagi Masyarakat Adat di Era Globalisasi ini bukanlah sebuah buku yang patut dibaca para pemerhati, pelajar dan mahasiswa, pegiat ataupun akademisi di bidang tatanegara ataupun administrasi pemerintahan. Yang paling cocok membacanya adalah para pegiat Masyarakat Adat (tribal activists), pegiat lingkungan hidup, dan terutama sekali para Kepala Suku atau Tokoh Adat dan Masyarakat Adat pada umumnya.

Alasannya sederhana, yaitu bahwa penulisan gagasan ini bukanlah sebuah kajian ilmiah, tetapi merupakan tulisan buram yang bertujuan membela Masyarakat Adat di hadapan para demokrat, pemimpin Negara, aktivis dan akademisi bidang tatanegara, administrasi negara dan ilmu pemerintahan, agar Masyarakat Adat tidak terus-menerus menjadi korban pelacuran politik global dengan mencap mereka sebagai penghambat bahkan musuh dari demokrasi. Banyak usaha telah dilakukan untuk memberangus nilai-nilai, hukum dan sistem pemerintahan Masyarakat Adat dengan dalil demi pembangunan, modernisasi dan kemajuan social, budaya, ekonomi dan politik.

Dalam memaparkan wacana ini, penggagas berusaha sungguh-sungguh untuk membawa diri keluar dari teori-teori konvensional, karena penggagas sendiri tidak tertarik mempelajari teori-teori. Itu artinya presentasi gagasan ini hanyalah berupa reaksi penggagas terhadap fenomena demokrasi atau demokratisasi yang begitu mengusik eksistensi dan kelangsungan hidup Masyarakat Adat di era globalisasi.

Gagasan Demokrasi Kesukuan masih merupakan wacana, jadi bukanlah sebuah pegangan baku atau teori dalam advokasi politik bagi Masyarakat Adat. Buku Seri Demokrasi Kesukuan ini terdiri dari Tiga Jilid. Dan buku yang Anda baca ini merupakan Jilid I yang mengantar pembaca kepada berbagai retorika demokrasi dan wacana Demokrasi Kesukuan. Tujuan penulisan Jilid ini adalah untuk membuka jalan bagi pihak lain menulis buku Jilid II yang akan merangka teori-teori buat rancangan implementasi Demokrasi Kesukuan yang selanjutnya akan membantu rakyat dan Masyarakat Adat untuk merancang dan menulis buku Jilid terakhir (III), yaitu berupa aturan, rancangan ataupun konstitusi sebuah pemerintahan Masyarakat Adat di manapun di muka bumi.

Buku Jild I ini terbagi dalam Empat Bagian; Bagian I mendahului presentasi isi buku ini dengan menguraikan latar-belakang dan permasalahan dan pembatasan penulisannya, tujuan, arti serta ruang lingkup, proses embrio sampai kepada kelahiran gagasan ini dan pentingnya gagasan Demokrasi Kesukuan bagi pemerintahan Masyarakat Adat di era globalisasi.

Kemudian, Bagian II dimulai dengan menelusuri berbagai wacana demokrasi di dunia, yang mencakup arti dan definisi demokrasi, kaitan bentuk negara, paham da partai politik, faktor pendorong berdirinya negara, regime pemerintahan terkait dengan demokrasi, pemain peran dalam pemerintahan dan demokrasi. Model-model demokrasi seperti demokrasi liberal, demokrasi sosial, demokrasi Jalan Ketiga, Sosialisme Religius, Demokrasi Religius, Demokrasi Mandela, Deomokrasi Qadafy, Demokrasi Indonesia, Aboriginal Democray dan Tribal Democracy juga diulas.

Lalu Bagian III melanjutkan dengan mencandera berbagai aspek penting dalam demokrasi, antara lain ciri, tujuan, unsur, nilai, organisasi dan model menejemen terkait dengan demokrasi.

Akhirnya Bagian IV merupakan gerbang yang dibangun untuk memasuki buku Jilid II nanti, yaitu dengan menyajikan contoh praktek demokrasi dalam Masyarakat Adat di Eropa, Amerika Utara, Asia dan Afrika dan diakhiri dengan beberapa catatan penting untuk merancang kerangka Demokrasi Kesukuan dalam Jilid II nanti.

Penggagas harus akui di sini bahwa buku ini memiliki berbagai kelemahan karena tidak menyajikan teori-teori yang terkait demokrasi, tatanegara dan pemerintahan klasik (konvensional) dengan alasan buku ini justru tidak bermaksud mengulangi teori-teori klasik yang ke-barat-baratan dan yang tidak berakar-urat dengan realitas dan fenomena sosial, politik, budaya, ekonomi dan peradaban yang ada di dalam Masyarakat Adat.

Hanya satu harapan penggagas, yaitu pada akhirnya Masyarakat Adat akan mendirikan negara-negaranya di seluruh belahan bumi, dan berpemerintahan di dalam dan sesuai dengan hukum alam, hukum adat dan hukum universal untuk memajukan keadilan, kesetaraan, kebersamaan, kedamaian, keseimbangan dan keharmonisan.

Itu artinya, Demokrasi Kesukuan tidak digagas untuk keadilan sosial dan kemakmuran, yaitu pembangunan sosial, budaya dan politik yang bertumpu pada pembangunan ekonomi yang menjadi tujuan demokrasi modern, yaitu demokrasi untuk welfarism melalui market economy dan atau liberalisasi pasar atau globalisasi.

Menutup pengantar ini, penggagas patut berterimakasih kepada George Monbiot, jurnalis investigative The Guardian Inggris, Dr. Peter Carey, di Trinity College, Oxford, dan rekan-rekan di East Oxford dan seluruh rekan di Vanuatu, Inggris, Irlandia dan Papua Barat, khususnya anggota AMP di Yogyakarta dan Port Numbay yang telah berulang kali membaca, mendiskusikan, dan memberikan banyak masukan.

Terimakasih kepada The Koteka Tribal Assembly (Demmak) yang membiayai setiap proses dari penggagasan sampai kepada penulisan dan publikasi gagasan ini.

Penggagas sangat berterimakasih kepada siapa saja untuk memberikan kritik, sanggahan ataupun masukan, dalam rangka menolong Masyarakat Adat lolos dari kepunahan dan sasaran cemooh para democrat yang arogan tidak manusiawi.

Tolong kirimkan komunikasi Anda ke moc.liamg|skoobaupap#moc.liamg|skoobaupap

Semoga sumbangsing yang dikontribusikan menurut kekurangan ini bermanfaat bagi Masyarakat Adat, dan terutama sekali bagi segenap komunitas makhluk, benda alam dan planet bumi kita sendiri.

Negeri Niger Eropa, Republik Irlandia, 10 Juni 2001

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License